Rabu, 19 Desember 2007

MAKALAH EKONOMI

GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEORANG MANAGER
DALAM SUATU PERUSAHAAN YANG DIPIMPINNYA

Sebagai seorang manajer harus mampu membuat dan mengambil suatu keputusan dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya. Dengan organisasi yang berbeda maka akan berbeda pula sifat-sifat bagaimana seorang manajer dalam memimpin suatu perusahaan. Dalam pengambilan keputusan pun seorang manajer berbeda karena dalam pengambilan keputusan itu akan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti latar belakang pendidikan atau pengetahuan, perilaku tiap-tiap manajer itu sendiri yang didukung dari pengalaman-pengalaman yang ia peroleh sebelumnya. Pada umumnya seorang manajer mempunyai gaya-gaya dalam pengambilan keputusan, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini beberapa cara manajer dalam mendekati permasalahan yang pertama yaitu :
1.Penghindaran terhadap permasalahan.
Penghindaran terhadap permasalahan di sini adalah dengan cara mengabaikan segala informasi-informasi yang berhubungan dengan permasalahan yang muncul pada saat ini.
2.Penyelesaian terhadap permasalahan.
Biasanya seorang manajer akan lebih condong untuk menyelesaikan segala segala permasalahan yang muncul bersikap reaktif dalam menghadapi permasalahan tersebut.
3.Pencari permasalahan.
Pencari permasalahan ini dilakukan secara aktif guna untuk mengantisipasi permasalahan sebelum muncul permasalahan baru yaitu dengan menggunakan pendekatan pada saat menghindari permasalahan merupakansatun-satunya pilihan karena terjadinya permasalahan yang begitu cepat.

Suatu organisasi pastinya membutuhkan seorang manajer yang proaktifdan dapat mencari peluang serta cara dalam melakukan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin.
Menurut pandangan S.P. Robin dan DA. De Cenzo, ada empat gaya seorang manajer dalam melakukan pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut :
a.Gaya direktif atau pengarahan.
Seorang manajer dalam menggunakan gaya direktif memiliki toleransi rendah terhadap ambikuitas dan bersikap rasional dalam cara berpikirnya. Pada umumnya seorang manajer tersebut lebih efisien dan logis. Tipe ini biasanya membuat keputusan secara cepat dan memfokuskan perhatian pada jangka pendek. Dan mereka seringkali mengambil keputusan dengan informasi minimum serta dengan sedikit alternatif saja.
b.Gaya analitis.
Seorang manajer dalam pengambilan keputusan dengan gaya analitis ini jauh lebih banyak toleransi bagi ketidakjelasan daripada jenis gaya direktif atau pengarahan. Mereka menginginkan lebih banyak informasi sebelum mengambil keputusan dan merenungkan lebih banyak alternatif daripada mengambil keputusan yang bersifat direktif. Gaya ini dicirikan sebagai pengambil keputusan yang hati-hati dengan kemampuan untuk beradaptasi atau menghadapi situasi-situasi yang khusus.
c.Gaya konseptual.
Kepribadian seorang manajer dengan gaya konseptual cenderung amat luas dalam pandangan mereka, dan akan banyak melihat alternative dalam penyelesaian permasalahan. Mereka memfokuskan perhatian dalam jangka panjang dan sangat baik dalam menemukan pemecahan dengan kreatif.
d.Gaya perilaku.
Mereka yang tergolong pada gaya ini, umumnya bekerja sama dengan orang lain. Mereka menaruh perhatian terhadap prestasi anak buah atau bawahan dengan rela menerima saran dari pihak lain. Mereka seringkali menggunakan rapat untuk berkomunikasi meskipin mereka mencoba menghindari konflik. Hal tersebut penting bagi pengambil keputusan yang bergaya perilaku.
Dari keempat gaya dalam pengambilan keputusan oleh seorang manajer yang telah dijelaskan di atas, kebanyakan manajer mempunyai ciri lebih dari satu gaya, meskipun keempat gaya pengambilan tersebut berbeda. Mereka memiliki gaya pengambilan keputusan yang lebih dominant, namun juga mempunyai cadangan gaya alternatifnya. Walaupun beberapa manajer akan mengandalkan pada gaya dominannya, mereka juga lebih fleksibel dan dapat berpindah gaya bergantung pada situasinya.

1 komentar:

make money mengatakan...

halo halo halo halo